Dugaan Kuat Surya Paloh Jadi Presiden Bayangan Jokowi
![]() |
| Jokowi Diwawancai bersama Surya Paloh/foto: detik |
RUANGOPINI - Sebagian orang merasakan ketidaksukaan atas dominasi Nasdem di tubuh pemerintahan Jokowi. Karena dinggap sudah mem-partai-kan urusan negara. Hal ini bisa dilihat dari perlakuan spesial terhadap partai Nasdem. Saat Menteri-menteri dibentuk, nampaknya kurang begitu dihargai. Presiden Jokowi lebih percaya kepada kepala partai untuk menjalankan tugas negara.
Ada berapa bukti perlakuan spesial ini terjadi. Pertama, sewaktu ada kunjungan dari investor asing yang mau melihat Sabang, Jokowi malah menelpon Surya paloh keimbang Mentri. Ada apa? Apakah Mentri pariwisata dan Ekonomi Kreatif tidak layak mendampingi? Mengapa si Surya Palo? Ini tentu menjadi pertanyaan besar bagi publik.
"Pak Presiden menelepon saya dan memerintahkan saya untuk membawa investor-investor ini ke Sabang. Pulang dari Singapura saya langsung ke sini," kata Surya Paloh di Banda Aceh, Selasa (17/3/2015) sebagaimana dikutip oleh detik.
Ini pertanda, Jokowi lebih percaya kepada kawan partai daripada kabinet kerja. Masa sih hanya menemani investor saja, harus menelpon Surya Paloh. Artinya, ini adalah perlakuan spesial oleh presiden terhadap Nasdem. Ini juga adalah sinyal keras bahwa Jokowi tidak yakin akan kapasitas anak buahnya dalam kabinet.
Perlakuan spesial ini membuat negara lain melirik Partai Nasdem untuk memuluskan ambisi mereka di Indonesia. Alih-alih peduli terhadap pendidikan di Indonesia. Lalu menawarkan kerja sama yang saling menguntungkan. Tentu mereka juga berpikir, kalau lewat Nasdem, agenda dari negara mereka bakal mulus. Sebab, Nasdem is special in Jokowi's goverment.
Dalam berita yang dirilis detik pada selasa Selasa (14/4/2015), dijelaskan bahwa negara Belarusia berkunjung ke DPP partai Nasdem. Dalam pertemuan itu, dihadiri Surya Paloh dan anggota ada pula Ketua DPP NasDem Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Silverius Sony dan Ketua Fraksi NasDem di MPR Bachtiar Aly.
Zagorsky menjelaskan pembicaraan dengan Surya membahas soal kerjasama bidang ekonomi, bisnis, pariwisata, hingga pendidikan.
"Kita berbicara soal pertukaran delegasi bisnis. Kerjasama dengan Belarusia tak hanya fokus pada Belarusia saja, namun juga dengan Rusia, Khazakstan, Armenia, dan Belarusia sendiri," kata Zagorsky sebagaimana dikutip oleh detik.
Jika mau kerja sama di bidang pendidikan, tentu ada mentri pendidikan yang lebih pantas untuk dijadikan patner. Jika mau bicara soal pariwisata, tentu bisa menjadikan Mentri Pariwisata. Lalau mengapa harus memilih Nasdem sebagai Patner? Apakah ini tandanya nasdem adalah penentu kebijakan dalam pemerintahan Jokowi? Kalau benar adanya, tentu hal ini sangat mengerikan. Karena Indonesia hanyalah milik Nasdem. Pemerintahan Jokowi boleh jadi hanya dikatakan jasad dan Administrasi saja. Selebihnya, otak pemerintahan adalah sepenuhnya milik negara republik Nasionan Demokrat, Alias Negara Nasdem.
Menurut pengakuan Zagorsky, mereka bicara soal pendidikan, diaman Belarusia ingin mempromosikan pendidikan tingginya yang menurut Zagorsky punya kualitas bagus, terutama di bidang tekhnik.
"Dua menteri dari masing-masing pihak diharapkan bisa membuat kesepakatan, segera," kata Zaogorsky yang lantas beringsut masuk mobil meninggalkan lokasi.
Kalau demikian kondisi negara ini, maka selamat membuat negara baru, Negara Republik Nasional Demokrat.

Post a Comment